Hallo brader,ramainya pemberitaan di ICJ (info Cegatan Jogja) perihal banyaknya orang yang menjadi korban klitih akhir2 ini,jelas membuat kita semakin menjadi was2 dimanakah kita berada.Bagaimana tidak kejadian yang sudah lama senyap,malah kembali mencuat,Hal ini mengingatkan pada kejadian beberapa tahun yang lalu saat saya masih SMA di 2014,dimana saat itu lagi ramai2nya kejadian klitih,bahkan belum ada satu bulan saya  di SMA langsung dapet kabar dari guru buat “hati-hati” , kenapa?? Jelas karena baru aja kakak kelas habis di klitih di daerah ka*****,waduh gawat nih,bahkan pada saat itu klitih menjadi momok menakutkan saat itu,bahkan baju seragam pun bet kirinya tidak diberi keterangan nama sekolah hanya diberi judul”Pelajar Kota Jogja”,hal ini jelas bertujuan agar siswa sekolah lain tidak saling mengenali.

Jadi intinya nama sekolah yang biasanya terdapat di bet lengan kiri ditiadakan dan diganti sebagai “Pelajar Kota Jogja”,Cara ini cukup efektif namun tidaklah berjalan 100%, kenapa karena hanya bed lengan saja yang diganti sedangkan banyak juga siswa yang membuat stiker sekolahan mereka dan ditempel di hekn,selain itu seragam olahraga pun masih memberikan identitas sekolahan,jadi gak 100% efektif.

Oiya bagi yang belum tau klitih itu apa akan saya jabarkan, jadi klitih itu adalah: 

“Klitih adalah salah satu bentuk anrkisme remaja yang sekarang sedang marak di Yogyakarta. Klitih identik dengan segerombolan para remaja yang ingin melukai atau melumpuhkan lawannya dengan kekerasan. Ironisnya klitih juga sering kali melukai lawannya dengan benda-benda tajam seperti: pisau, gir, pedang samurai, dll.”

Jadi pelaku klitih ini biasanya ,mengincar orang yang sedang berjalan di jalan sepi dan biasanya ditanyai dari daerah/sekolah mana,jika sekolah itu adalah musuh mereka habislah orang tersebut.klitih ini berbeda dengan yang namanya begal,walaupun sama2 “nyegat” orang tapi berbeda,Kalau begal motornya yang diambil sedangkan klitih itu lebih ke aksi kekerasan dan lebih sadis lagi biasanya motor korban itu gak diambil melainkan dirusak dan juga dibakar,jadi kalau cuman dipukuli setelah itu dibuang kunci motornya itu masih mending.

Pelaku klitih sendiri bisa mudah dikenali karena biasanya mereka selalu pergi bergerombol,membawa sajam(senjata tajam),gir ,bahkan biasanya mereka pakai motor trail( saya gak mau sebut merek ya),motor matic atau gak motor sport pokoknya yang larinya bisa kenceng,saya aja pernah ko liat mereka dijalan malah sambil dipelototin,emang klitih sudah kejadian langka tapi akhir ini kembali mencuat dan juga meresahkan siapapun

Jogja yang katanya berhati nyaman sekarang sudah berubah total,mau keluar malem aja was2,saya sendiri maklum sebagai kota pelajar jelas fenomena klitih bukanlah hal yang asing apalagi di usia remaja mereka cenderung ingin menunjukan jati diri neraka baik secara positif maupun negatif,dan disinilah peran orang tua dibutuhkan agar anaknya tidak salah pergaulan. Dan semoga fenomena klitih yang baru saja terjadi akhir2 ini dapat diredam dan membuat Jogja kembali nyaman dan saya harap peran polisi agar menjaga keamanan Jogja dapat terlaksana,Jangan sampai warga geram dan akhirnya main hakim sendiri

Iklan